Thursday, January 9, 2014

Resolusi Saya di Tahun 2014!

Sesuai janji saya kemaren, sekarang saya akan menuliskan resolusi saya ditahun 2014 versi lengkapnya. Saya menulis resolusi ini dengan maksud : Harapan dan impian yang saya akan kejar ditahun ini bisa terlaksana dengan baik. Bisa juga sebagai sugesti positive bagi saya, dengan menanamkannya didalam catatan ini.

Mengapa impian harus ditulis? Kalian akan mengetahuinya setelah mencoba untuk mempraktikannya. Impian akan tercapai lebih cepat ketika kita berani menuliskannya. Believe it!.

Oke kalo gitu langsung aja saya menuliskan resolusi saya di tahun 2014 yaitu:
  1. Saya akan membuat Naskah Novel. Judulnya masih rahasia *emang masih belum ada judul sih!* Clue dari Temanya: Pondok Pesantren. (Target perhari satu lembar).
  2. Saya akan konsisten menjadikan blog ini sebagai ajang latihan dan media menulis saya. Dan menjadikannya tempat shering dan berbagi pengalaman.
  3. Saya akan membuat cerpen "Ahsan (Read: Nama Orang)". Setiap sebulan sekali akan saya terbitkan diblog saya ini. (Semoga saya bisa konsisten dan berani berbuat).
  4. Saya juga akan menggarap 2 Film Baru bersama Kremov Pictures. Film pertama digarap pada awal bulan Februari 2014 dalam waktu dekat ini. Film kedua akan digarap di bulan April atau Mei. Judul Film masih belum bisa dipublikasikan (Maaf ya!), yang pasti filmnya masih dengan tema yang sama yaitu: Mengangkat budaya dan pariwisata yang ada di Banten. Kali ini kami tertarik untuk mengangkat budaya dari Pandeglang dan Rangkas. (Semoga Filmnya bisa diterima oleh masyarakat dan seluruh kalangan, Aamiin).
  5. Saya akan menghidupkan kembali bisnis kaos saya yang sempat mati suri, @GKMotivation. Alhamdulillah sekarang saya sudah mempunyai 2 partner bisnis dalam bidang ini, dan tentunya mereka sudah sangat ahli dalam bidangnya masing-masing. Namun akhir-akhir ini saya masih belum bisa menyiasati waktunya, tapi itu bukan alasan. Dalam waktu dekat saya akan bertindak.
  6. Saya akan berusaha untuk mengambil dan meng-eliminasi satu persatu mata kuliah yang sempat tertinggal disemester sebelumnya. Yang ini Wajib!. (Biar cepet lulus juga, bantu do'a ya temen-temen) (Makasih).
Nah itu dia resolusi saya ditahun 2014 ini, semoga saya bisa istiqomah dan senantiasa diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk melakukan yang terbaik ditahun ini. Aamiin.

6 resolusi ditahun ini harus benar-benar dapat dan membuahkan hasil yang bermanfaat bagi banyak orang. Karena menurut saya kalo punya cita-cita dan impian itu jangan egois, jangan mau dapat sendiri, selipkan dalam impian kita orang-orang (siapa saja) khususnya orang yang kurang mampu yang akan mendapatkan manfaat dari kita jika kita telah menggapai cita-cita yang kita inginkan. Maka impian dan cita-cita itu pun akan lebih melangit dan terkabul lebih cepat.

Dan jangan lupa ceritakan juga kepada teman-teman, sodara, sahabat terlebih yang harus wajib tau adalah kedua orangtua kita (do'a orangtua itu mustajab), dengan maksud mereka bisa mendo'akan dan mengaminkan impian dan cita-cita apa yang ingin kita capai. Bukan berarti sombong (diliat dari niatnya), tapi ini adalah sebagai langkah dan sugesti buat diri kita, bahwa kita sungguh-sungguh ingin mendapatkan itu.

Oke itu tadi sekedar shering dan berbagi sedikit tips yang biasa saya lakukan ketika saya sedang menetapkan resolusi. Itu resolusiku apa resolusimu? :)

Selamat dan Semangat untuk membuat resolusi teman-teman readers!

Wednesday, January 8, 2014

Jangan Mengeluh kalo Gak Mau Jatuh!

Alhamdulillah setelah 2 jam berada dikelas guna untuk mengikuti UAS Kalkulus, akhirnya saya semakin mengerti bahwa angka nggak bisa diajak kompromi. Menakutkan.

Dan saya baru tersadar, bahwa yang saya hadapi tadi bukan hanya angka tetapi juga ada antek-anteknya angka yang berkumpul menjadi satu dalam komunitas yang bernama Kalkulus. Mereka adalah huruf dan simbol. Mereka menjadikan angka yang tadinya terlihat polos dan lugu walau terkadang nyebelin menjadi beringas dan uncontrolable. Uhhh Syereemm bukan?

Tapi itu semua gak penting, yang penting sekarang saya sudah melewati UAS Kalkulus. Walaupun entah bagaimana hasilnya, yang penting saya telah berusaha. Semoga mendapatkan yang terbaik.

Setelah UAS usai, saya jadi kepikiran seperti apakah bentuk monster yang akan saya hadapi di semester selanjutnya? Baru sampe sini aja otak saya sudah kembang-kempis menampung jejalan rumus-rumus dan angka-angka. Oke sekarang kita mencoba untuk berpikir positive. Dari tadi saya kebanyakan cerita tentang betapa cemen dan pesimisnya saya dalam menghadapi angka-angka di kuliah.

Padahal seperti yang telah kita ketahui! Pesimis itu adalah singkatan dari Penyakit Si Miskin. Nah loh...! Makanya jangan mau kita bersikap Pesimis! Itu hanya akan membawa kita kepada kemiskinan. Dan sudahkah kita tau? Bahwa Optimis itu adalah singkatan dari Orang Pintar Anti Miskin. Bukan Orang pintar minum Tolak Angin yah tapi! Hehehe
Nah oleh karena itu kita harus bersikap optimis untuk menolak miskin.

***
Entah kenapa akhir-akhir ini saya jadi sering mengeluh mempermaslahkan kuliah yang sedang saya ikuti! Padahal itu memang sudah pilihan saya untuk kuliah di Teknik. Tapi bukan itu yang menjadi persoalan. Yang jadi persoalan adalah saya jadinya malah sering banyak mengeluh di blog, padahal niat awal saya membuat blog disini aja buat saling shering pengalaman dan motivasi juga inspirasi mengenai kehidupan.

So... Kalo saya banyak mengeluh disini, gimana saya bisa shering dan berbagi pengalaman juga inspirasi! Oke mulai saat ini stop mengeluh dan menyalahkan keadaan, dan mulai berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh untuk berbuat menjadi yang lebih baik.

Saya juga baru ingat bahwa saya belum membuat rsolusi untuk tahun ini. Tahun 2014. Padahal saya juga yang pernah bercerita disini bahwa impian dan cita-cita yang hendak kita capai haruslah dibayangkan dan dituliskan dengan sangat jelas dan gamblang. Maka dari itu mumpung sekarang masih awal memasuki tahun 2014, walau udah tertinggal beberapa hari saya akan membuat resolusi pencapaian apa saja yang akan saya dapat di Tahun ini.

Inilah beberapa hal yang ingin saya capai ditahun 2014. Saya ingin konsisten memberdayakan blog ini sebagai ajang latihan dan media menulis saya, saya juga ingin membuat naskah Novel, saya juga ingin menghidupkan kembali @GKMotivation : Tempat saya berbisnis, saya juga ingin membuat beberapa cerpen setiap bulannya, saya juga ingin fokus menghabisi mata kuliah disemester yang akan saya hadapi (Semester 4 dan Semester 5 Semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada saya), dan untuk lebih spesifiknya saya akan membuatnya di postingan yang baru. Hehehe

Let's make our resolution for this year! Have you?

Tuesday, January 7, 2014

Yang Katanya besok UAS Kalkulus!

Udah 2 hari ini saya mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) dikampus (Iyalah dikampus masa di mall?). Alhamdulillah... Ujian berjalan dengan lancar, dan saya bisa melewati ujian sampai selesai setiap harinya. Tenang saya gak sampe muntah-muntah dikelas kok walaupun saya menghadapi musuh besar dalam hidup saya (Angka). Ditambah saya harus bergelut dengan dosen yang super ketat mengawasi mahasiswanya. Para pahlawan diri ini (Apa lagi itu? pahlawan diri) berusaha keras menhadapi musuh dimedan perang (UAS) melawan ratusan angka yang berkeliaran dilembaran kertas. "Mereka memang selalu terlihat liar dimata saya!".

Lagi-lagi angka, entah kenapa angka menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi saya. Padahal sepengetahuan saya, angka hanya ada 10 karakter, dimulai dari 0 sampai dengan 9. Dan dimulai dari saya kenal dia sampai sekarang saya duduk dibangku kuliahan angka masih tetap tidak berubah. Mungkin dari dulu angka-angka ini tidak banyak bergaul dengan Charles Darwin jadi mereka tidak ikut berevolusi seperti monyet, atau bisa jadi angka tidak pernah percaya dengan teori itu.

Tapi entah mengapa saya sangat membenci tidak suka angka. Wow! Sadis memang, saya membenci tidak suka angka, padahal mereka tidak pernah berbuat salah apapun terhadap saya. Tapi tetap saja saya tidak suka. "Saya berharap semoga kita cepat berdamai yah ngka!" (dari hati yang paling dalem nih...).


***

Saya terkadang heran sama teman-teman yang begitu nikmatnya menyantap soal-soal hitung-hitungan yang penuh akan angka. Seperti satu teman kosan saya ini. Dia bernama Fery Suryaman. Ya... hampir mirip dengan Superman, hanya saja dia bukan manusia super melainkan manusia surya atau manusia bertenaga surya (Read: Matahari), begitulah dia menjelaskan kepada saya ketika pertama kali saya berkenalan dengannya. Agak sedikit aneh unik memang, tapi dia asik banget ko orangnya.

Dia sangat jenius kawan, kalo udah megang kertas HVS kosong dan beberapa soal hitung-hitungan seperti mata kuliah Kalkulus, Mekanika Struktur dan gerombolannya, dia bisa berhari-hari berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan bertahan mengerjakan soal tersebut sampai dia memecahkan apa yang ada didalamnya.
Ini dia penampakan sosok seorang Feri Suryaman
(Liat! Dia punya banyak kertas kan!)
Saya sedikit curiga padanya, kenapa dia bisa sampe segitunya mengerjakan soal Kalkulus dan antek-anteknya itu? Dia bisa mengerjakan soal-soal itu sambil menonton film, makan, ngobrol, duduk-duduk santai depan teras kosan, ngopi, tiduran, ngupil, kayang, dan mandi. Eittss... gak sampe mandi juga sih kayaknya. Hehehe

Yang pasti dia super rajin bin ulet kalo lagi menjamah soal-soal berangka. Dia pernah berkata pada saya, dia pengen jadi lulusan Teknik Sipil terbaik. Ketekunan dan keuletannya ini benar-benar wajib diberi applause! Oke kalo gitu Give Applause buat Feri deh! Prok... Prok... Prok!

Sekarang aja Feri lagi sibuk-sibuknya mengerjakan soal Kalkulus yang diberikan dosen untuk dikumpulkan besok sekaligus UAS Kalkulusnya. Dan saya, masih ngos-ngosan untuk berusaha akrab dengan angka-angka yang ada! Saya memilih untuk menjadi pemain cadangan dalam pertandingan ini, saya utamakan Feri untuk menjadi bintang utamanya. Setelah angka-angka itu terkalahkan, barulah saya masuk dengan suka rela. Hahahahahaha... Cukup! Dalam hati terdalam berkata, "Lang jangan jadi pemain cadangan terus! Kapan kamu bisa menjadi bintangnya?". Sakit! Kalut! dan Nyesek menghujam hate! (Read: Sundanese).

Oleh karena itu semua dengan ini saya menyatakan, saya akan berusaha untuk bersahabat dengan angka! Saya harap angka pun begitu dengan saya. Optimis.

Kremov Pictures Open Casting 2014

Hai-hai temen-temen semua! Sekarang @KREMOVPICTURES Komunitas Film Banten open casting lagi nih untuk project "Film Terbaru tahun 2014!" Bagi temen-temen yang punya bakat berakting, bernyanyi, dan hobi jalan-jalan juga mengembangkan bakat didunia perfilman bisa gabung bersama kami disini.

Clue Filmnya itu adalah mengangkat budaya dan pariwisata di Pandeglang!

Persyaratannya gampang banget, yaitu :
1. Dewasa
2. Pria & Wanita Umur 17-30 Tahun
3. Good Looking
4. Good Akting
5. Bagi yang punya bakat menyanyi ( Boleh ikut )
6. Membawa foto 4x6 ( 2 lbr )


Jika teman-teman berminat, teman-teman bisa datang ke Sekretariat KremovPictures :
Jl. K.H Djamhari Kaloran - Belakang Masjid Gedong, Serang. Banten
Pada tanggal 11, 12, 18, dan 19 Januari 2014
Pukul : 10.00 - Selesai

Untuk info selanjutnya, kalian bisa menghubungi CP ini :
Meli @Mey_ameliamely 083878878744 | Asti @AstiSofyani 087772663383 | Bemby @DioBemby 087771721759 atau bisa langsung visit ke blognya disini: kremovpictures.blogspot.com

Ayo ikut berpartisipasi! Kamulah aktor dan aktris selanjutnya! Selamat Mencoba! :D

Sunday, January 5, 2014

Berani Berbuat Harus Berani Bertanggung Jawab!

Sembari diiringi hujan di sore hari...
Saya ingin sedikit bercerita,

"Tak perlu disesali, lanjutkan dan syukuri apa yang telah diberi". Kata-kata itulah yang masih saya pegang sampai saat ini. Entah sampai kapan kata-kata ini kuat untuk memotivasi saya bertahan kuliah di Teknik Sipil. Berat rasanya bagi seorang lulusan pondok seperti saya, melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik. Saya tau dipondok juga di ajarkan pelajaran hitung-hitungan, tapi saya tidak menyukai itu kawan, saya tidak tertarik sama sekali untuk mempelajarinya. Ya saya juga tau saya pernah sesekali mewakili pondok untuk mengikuti lomba olimpiade-olimpiade seperti olimpiade komputer, olimpiade kimia dan sebagainya, tapi semuanya tidak sebaik yang dikira, itu hanya sebuah kebetulan, itu hanya sebuah keberuntungan yang saya punya.

Saya tau, dulu saya sedikit menggemari ilmu-ilmu yang banyak menggunakan rumus-rumus yang telah diciptakan oleh ilmuan terdahulu, seperti Albert Einsten, Thomas Alfa Edison, Newton dan yang lainnya. Tapi itu dulu, dulu sekali ketika saya baru masuk Pondok setelah lulus dari SD. Beranjak dewasa saya sadar bahwa saya memilki mimpi dan visi yang tidak sejalur dengan dunia hitung-menghitung seperti yang sekarang sedang saya dapati di Teknik Sipil. Saya tidak menyalahi dan menganggap Teknik Sipil itu buruk, tapi saya hanya merasa kurang cocok jika saya harus belajar disini, karena saya mempunyai visi dan mimpi yang sangat bertolak belakang dengan dunia Teknik Sipil. Ya benar saya terjebak oleh pilihan saya sendiri. Teknik sipik bukanlah pilihan yang tepat bagi saya untuk menunjang mimpi dan cita-cita yang selama ini sudah saya pupuk. Saya terjebak.

Di semester 2 saya mencoba untuk menghindar dari dunia Teknik Sipil, saya mencoba untuk pindah ke jurusan lain yaitu jurusan Komunikasi, dengan harapan dijurusan ini saya bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang menunjang visi dan mimpi saya. Di jurusan ini banyak sekali ilmu yang pasti akan saya dapat, dan tentunya akan sejalur dengan visi dan misi saya. Tapi apa yang saya dapatkan? Saya gagal untuk pindah, ketua jurusan yang bersangkutan tidak menerima saya hanya karena saya mempunyai IP yang kecil di jurusan Teknik Sipil. Hanya karena sebuah IP, saya tidak mengerti apa hebatnya sebuah IP. Memang waktu itu saya sempat leha-leha dan tidak memikirkan kuliah yang sedang saya ikuti, saya malah asik berbisnis dan fokus mengurusi proyek Film, disinilah letak kelasalahan saya, dan saya mengakui itu. Tapi mengapa IP yang dijadikan indikatornya? Tentu Tak sama jerih payah IP yang di dapatkan di Teknik dengan IP yang di dapatkan di Komunikasi? Aih.. Kejadian ini membuat saya bingung, bingung dengan sebingung-bingungnya.

Cita-cita dan mimpi saya saat ini adalah ingin sekali menjadi seorang penulis, motivator, dan pengusaha. Tak ada kaitannya dengan Teknik Sipil, jika memang ada pun, itu hanya sebagian kecil. Saya galau, saya tertekan dengan kondisi ini. Tapi saya juga tau jika saya mengikuti kegalauan tanpa terus berusaha menyelesaikan maslah yang sedang dihadapi, that just make me fall.

Saya hanya menyesal, mengapa saya baru sadar saat ini. Banyak sekali perubahan dalam pola belajar yang biasa saya lakukan ketika saya masih belajar di pondok, dengan saya belajar di Teknik Sipil. Tak ada ghiroh semangat yang menggebu dalam jiwa saya saat belajar di Teknik, tak ada tujuan yang pasti mengapa saya harus mempelajari mata kuliah di Teknik Sipil seperti Kalkulus, Mekanika Struktur, Hidrolika, Fisika Dasar dan banyak lagi mata kuliah yang hampir semuanya I don't like it. Ini sangat menyiksa. Entah sampai kapan saya akan bertahan, entah sampai kapan saya akan berjuang?

Kesalahan awal memang ada pada saat saya memilih kuliah, this my wrong. Kenapa saya harus memilih Teknik jika memang tidak suka hitung-hitungan, that's why I look stupid. Karena pilihan ini bukanlah pilihan utama saya, ini hanya pilihan cadangan dan ternyata Tuhan menakdirkan saya untuk kuliah disini. Mungkin ada hikmah yang besar dibalik semua ini, itu baru mungkin.

Yang saya lakukan di kampus saat ini hanya berusaha masuk kelas dengan alasan absen harus penuh, dan berusaha memahami setiap angka yang dibeberkan dipapan tulis oleh dosen, jika memang sudah tidak menarik maka saya akan mengalihkan otak saya ke impian-impian yang saya genggam, entah itu menuliskannya didalam buku catatan atau bahkan menggambarkannya dalam bentuk khayalan. I don't care with another. Saya belum tau apakah dengan cara seperti ini saya bisa lulus kuliah, semoga syndrom mental down yang saya miliki saat ini cepat menghilang, dan berganti dengan syndrom manusia yang tak pernah menganggap tantangan adalah beban melainkan itu adalah sebuah kesempatan. Semoga.

"Berani berbuat harus berani bertanggung jawab!", begitu kata ibu saya. Mungkin jurus ini harus saya aplikasikan dimasalah ini.

Thursday, January 2, 2014

Gelisah tanda akan Naik Kelas!

Ada hal aneh akhir-akhir minggu ini dalam diri saya, entah kenapa rasanya berat banget buat saya nulis lagi di blog ini. Setiap kali saya udah buka dasbor dan cursor dilayar laptop udah mulai kedip-kedip pertanda dia siap untuk menghasilkan ratusan kata-kata yang akan saya ketik dari balik keyboard laptop saya, dan disitu juga niat saya yang tadinya udah mendesak dan menggebu-gebu ingin tersalurkan perlahan mulai mengedip-ngedip lesu. Aneh. Hal ini sangat menggangu sekali.

Banyak ide-ide yang semula bergelantungan di benak saya tergusur begitu saja oleh syndrom freak ini, saya mulai takut untuk menulis. "Hei lang? What's wrong with you?". Entahlah saya pikir akhir-akhir ini saya sering merasa tidak nyaman ketika hendak menulis, ada rasa takut, gusar, cape, bingung, bahkan malas untuk memproduksi kata-kata yang biasa saya hasilkan dengan suka cita. Saya takut kalo nanti tulisan yang saya buat terlihat jelek, tidak bagus, spam, dan tidak berguna. Ini penyakit yang biasa penulis temui. Katanya.

Kegelisahan-kegelisahan seperti ini yang membuat saya bingung. Sekali lagi saya bertanya pada diri saya "What's wrong with you lang? Ada apa dengan mu lang?". Bukankah selama ini kau punya mimpi yang sangat besar dalam dunia kepenulisan ini. Apa kabar mimpi-mimpimu itu? Sudahkah kau menjaganya dengan baik? Apakah kau mau berhenti cukup sampai disini kemudian gagal? Ataukah kau mau bangkit dan berjuang terus sampai titik energi penghabisan? Bukankah kau sendiri yang pernah bilang bahwa konsisten dalam menekuni suatu hal adalah satu langkah menuju kesuksesan. Jadi kenapa kau sendiri yang bingung dan gelisah dengan hal ini. Kau harus bisa melewatinya dengan mudah seharusnya. "Ya.. saya bisa!". Saya mencoba untuk meyakinkan diri.

Sekarang kita sudah masuk kedalam era tahun 2014, tahun yang penuh dengan harapan-harapan baru, mimpi-mimpi baru dan bahkan project-project baru. Seharusnya bisa lebih semangat dan lebih agresif lagi dalam mensiasati waktu dan dalam bertindak-tanduk. Karena tidak ada hal yang didapat tanpa hasil sebuah kerja keras dan kesungguhan. Semua hal yang kita inginkan tidak secara langsung bim salabim jadi apa prok..prok..prok! Terus terwujud! Hehehe. Pak Tarno pun harus berjuang dan bersungguh-sungguh sampai akhirnya bisa mengenalkan kepada masyarakat Indonesia tentang mantra prok.. prok.. prok-nya. Give applause buat Pak Tarno! Prok.. Prok.. Prok! :D

Nah.. mulai sekarang apa yang harus saya lakukan? Tentu saja saya harus tetap konsisten menulis dan menulis, gak peduli tulisan itu buruk atau bahkan basi! Almuhim nulis. Itu yang ada dalam benak saya saat ini. Dan itu juga kata salah satu motivator terkenal Sukses Mulia Jamil Azzaini. "Usahakan menulis minimal perhari satu lembar, dalam waktu sebulan kamu sudah mempunyai 30 tulisan! Tak usah pedulikan karya mu bagus atau buruk, seiring berjalnnya waktu tulisan kamu pun akan ikut menjadi baik!" Begitu ujarnya. "Oke oke kek siap Laksanakeun!" Berdiri tegak sembari hormat ala Bung Karno. Hehehe.

Udah hampir sebulan lanjutan dari tulisan Jogja Asian Festival Film #Part 1 terbengkalai begitu saja. Mungkin sekarang isinya sudah hampir pada lumutan semua. Mungkin juga saya sudah mulai dikutuki para pembaca saya yang sudah pada penasaran dengan lanjutan ceritanya seperti apa?. "Maafkan saya para Readers selama ini, saya telah menjadi penulis blog yang lalai, mulai saat ini saya akan berjuang lebih giat lagi untuk para Readers yang saya cintai!" Kemudian nyengir kuda. Cling. Hehehe. So harap tenang! Sekarang saya sudah mulai go on again ko!. Gak lama lagi tulisan "Jogja Asian Festival Film #Part 2" lahir dengan selamat. Semoga. Doakan yah! Hehehe.

Adakalanya gelisah dan perenungan memang dibutuhkan untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baik dari sebelumnya. Karena hidup kita tak selamanya ada diatas dan tak selamanya ada dibawah. Semuanya akan bergilir seiring dengan bergulirnya waktu. Tinggal bagaimana kita sebagai empunya agar bisa mensiasati hal-hal yang tidak kita inginkan dalam kehidupan kita, agar hidup kita selalu naik, naik dan naik. Gelisah merupakan tanda bahwa kau akan naik kelas!.

Bukankah Nabi pernah berpesan bahwa kita harus memiliki peningkatan setiap hari agar termasuk kedalam golongan orang yang beruntung. Jadi mengapa tidak kita berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas hidup kita setiap harinya, atau setiap bulannya atau bahkan setiap tahunnya.

Dari kejadian ini juga saya tersadar, ternyata benar! Segala sesuatu yang ada di dalam otak kita jangan hanya bisa dipikirkan, dan dipendam tapi harus bisa di-Action-kan! Agar yang didalam otak kita itu bisa menjadi hal yang bermanfaat. Karena sesuatu yang di-Action-kan (Bahasa apa ini) pasti akan menghasilkan hal yang baru dan pembelajaran yang baru. Baik ataupun buruk. Bukankah begitu? :)