Tuesday, January 7, 2014

Yang Katanya besok UAS Kalkulus!

Udah 2 hari ini saya mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) dikampus (Iyalah dikampus masa di mall?). Alhamdulillah... Ujian berjalan dengan lancar, dan saya bisa melewati ujian sampai selesai setiap harinya. Tenang saya gak sampe muntah-muntah dikelas kok walaupun saya menghadapi musuh besar dalam hidup saya (Angka). Ditambah saya harus bergelut dengan dosen yang super ketat mengawasi mahasiswanya. Para pahlawan diri ini (Apa lagi itu? pahlawan diri) berusaha keras menhadapi musuh dimedan perang (UAS) melawan ratusan angka yang berkeliaran dilembaran kertas. "Mereka memang selalu terlihat liar dimata saya!".

Lagi-lagi angka, entah kenapa angka menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi saya. Padahal sepengetahuan saya, angka hanya ada 10 karakter, dimulai dari 0 sampai dengan 9. Dan dimulai dari saya kenal dia sampai sekarang saya duduk dibangku kuliahan angka masih tetap tidak berubah. Mungkin dari dulu angka-angka ini tidak banyak bergaul dengan Charles Darwin jadi mereka tidak ikut berevolusi seperti monyet, atau bisa jadi angka tidak pernah percaya dengan teori itu.

Tapi entah mengapa saya sangat membenci tidak suka angka. Wow! Sadis memang, saya membenci tidak suka angka, padahal mereka tidak pernah berbuat salah apapun terhadap saya. Tapi tetap saja saya tidak suka. "Saya berharap semoga kita cepat berdamai yah ngka!" (dari hati yang paling dalem nih...).


***

Saya terkadang heran sama teman-teman yang begitu nikmatnya menyantap soal-soal hitung-hitungan yang penuh akan angka. Seperti satu teman kosan saya ini. Dia bernama Fery Suryaman. Ya... hampir mirip dengan Superman, hanya saja dia bukan manusia super melainkan manusia surya atau manusia bertenaga surya (Read: Matahari), begitulah dia menjelaskan kepada saya ketika pertama kali saya berkenalan dengannya. Agak sedikit aneh unik memang, tapi dia asik banget ko orangnya.

Dia sangat jenius kawan, kalo udah megang kertas HVS kosong dan beberapa soal hitung-hitungan seperti mata kuliah Kalkulus, Mekanika Struktur dan gerombolannya, dia bisa berhari-hari berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan bertahan mengerjakan soal tersebut sampai dia memecahkan apa yang ada didalamnya.
Ini dia penampakan sosok seorang Feri Suryaman
(Liat! Dia punya banyak kertas kan!)
Saya sedikit curiga padanya, kenapa dia bisa sampe segitunya mengerjakan soal Kalkulus dan antek-anteknya itu? Dia bisa mengerjakan soal-soal itu sambil menonton film, makan, ngobrol, duduk-duduk santai depan teras kosan, ngopi, tiduran, ngupil, kayang, dan mandi. Eittss... gak sampe mandi juga sih kayaknya. Hehehe

Yang pasti dia super rajin bin ulet kalo lagi menjamah soal-soal berangka. Dia pernah berkata pada saya, dia pengen jadi lulusan Teknik Sipil terbaik. Ketekunan dan keuletannya ini benar-benar wajib diberi applause! Oke kalo gitu Give Applause buat Feri deh! Prok... Prok... Prok!

Sekarang aja Feri lagi sibuk-sibuknya mengerjakan soal Kalkulus yang diberikan dosen untuk dikumpulkan besok sekaligus UAS Kalkulusnya. Dan saya, masih ngos-ngosan untuk berusaha akrab dengan angka-angka yang ada! Saya memilih untuk menjadi pemain cadangan dalam pertandingan ini, saya utamakan Feri untuk menjadi bintang utamanya. Setelah angka-angka itu terkalahkan, barulah saya masuk dengan suka rela. Hahahahahaha... Cukup! Dalam hati terdalam berkata, "Lang jangan jadi pemain cadangan terus! Kapan kamu bisa menjadi bintangnya?". Sakit! Kalut! dan Nyesek menghujam hate! (Read: Sundanese).

Oleh karena itu semua dengan ini saya menyatakan, saya akan berusaha untuk bersahabat dengan angka! Saya harap angka pun begitu dengan saya. Optimis.

Kremov Pictures Open Casting 2014

Hai-hai temen-temen semua! Sekarang @KREMOVPICTURES Komunitas Film Banten open casting lagi nih untuk project "Film Terbaru tahun 2014!" Bagi temen-temen yang punya bakat berakting, bernyanyi, dan hobi jalan-jalan juga mengembangkan bakat didunia perfilman bisa gabung bersama kami disini.

Clue Filmnya itu adalah mengangkat budaya dan pariwisata di Pandeglang!

Persyaratannya gampang banget, yaitu :
1. Dewasa
2. Pria & Wanita Umur 17-30 Tahun
3. Good Looking
4. Good Akting
5. Bagi yang punya bakat menyanyi ( Boleh ikut )
6. Membawa foto 4x6 ( 2 lbr )


Jika teman-teman berminat, teman-teman bisa datang ke Sekretariat KremovPictures :
Jl. K.H Djamhari Kaloran - Belakang Masjid Gedong, Serang. Banten
Pada tanggal 11, 12, 18, dan 19 Januari 2014
Pukul : 10.00 - Selesai

Untuk info selanjutnya, kalian bisa menghubungi CP ini :
Meli @Mey_ameliamely 083878878744 | Asti @AstiSofyani 087772663383 | Bemby @DioBemby 087771721759 atau bisa langsung visit ke blognya disini: kremovpictures.blogspot.com

Ayo ikut berpartisipasi! Kamulah aktor dan aktris selanjutnya! Selamat Mencoba! :D

Sunday, January 5, 2014

Berani Berbuat Harus Berani Bertanggung Jawab!

Sembari diiringi hujan di sore hari...
Saya ingin sedikit bercerita,

"Tak perlu disesali, lanjutkan dan syukuri apa yang telah diberi". Kata-kata itulah yang masih saya pegang sampai saat ini. Entah sampai kapan kata-kata ini kuat untuk memotivasi saya bertahan kuliah di Teknik Sipil. Berat rasanya bagi seorang lulusan pondok seperti saya, melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik. Saya tau dipondok juga di ajarkan pelajaran hitung-hitungan, tapi saya tidak menyukai itu kawan, saya tidak tertarik sama sekali untuk mempelajarinya. Ya saya juga tau saya pernah sesekali mewakili pondok untuk mengikuti lomba olimpiade-olimpiade seperti olimpiade komputer, olimpiade kimia dan sebagainya, tapi semuanya tidak sebaik yang dikira, itu hanya sebuah kebetulan, itu hanya sebuah keberuntungan yang saya punya.

Saya tau, dulu saya sedikit menggemari ilmu-ilmu yang banyak menggunakan rumus-rumus yang telah diciptakan oleh ilmuan terdahulu, seperti Albert Einsten, Thomas Alfa Edison, Newton dan yang lainnya. Tapi itu dulu, dulu sekali ketika saya baru masuk Pondok setelah lulus dari SD. Beranjak dewasa saya sadar bahwa saya memilki mimpi dan visi yang tidak sejalur dengan dunia hitung-menghitung seperti yang sekarang sedang saya dapati di Teknik Sipil. Saya tidak menyalahi dan menganggap Teknik Sipil itu buruk, tapi saya hanya merasa kurang cocok jika saya harus belajar disini, karena saya mempunyai visi dan mimpi yang sangat bertolak belakang dengan dunia Teknik Sipil. Ya benar saya terjebak oleh pilihan saya sendiri. Teknik sipik bukanlah pilihan yang tepat bagi saya untuk menunjang mimpi dan cita-cita yang selama ini sudah saya pupuk. Saya terjebak.

Di semester 2 saya mencoba untuk menghindar dari dunia Teknik Sipil, saya mencoba untuk pindah ke jurusan lain yaitu jurusan Komunikasi, dengan harapan dijurusan ini saya bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang menunjang visi dan mimpi saya. Di jurusan ini banyak sekali ilmu yang pasti akan saya dapat, dan tentunya akan sejalur dengan visi dan misi saya. Tapi apa yang saya dapatkan? Saya gagal untuk pindah, ketua jurusan yang bersangkutan tidak menerima saya hanya karena saya mempunyai IP yang kecil di jurusan Teknik Sipil. Hanya karena sebuah IP, saya tidak mengerti apa hebatnya sebuah IP. Memang waktu itu saya sempat leha-leha dan tidak memikirkan kuliah yang sedang saya ikuti, saya malah asik berbisnis dan fokus mengurusi proyek Film, disinilah letak kelasalahan saya, dan saya mengakui itu. Tapi mengapa IP yang dijadikan indikatornya? Tentu Tak sama jerih payah IP yang di dapatkan di Teknik dengan IP yang di dapatkan di Komunikasi? Aih.. Kejadian ini membuat saya bingung, bingung dengan sebingung-bingungnya.

Cita-cita dan mimpi saya saat ini adalah ingin sekali menjadi seorang penulis, motivator, dan pengusaha. Tak ada kaitannya dengan Teknik Sipil, jika memang ada pun, itu hanya sebagian kecil. Saya galau, saya tertekan dengan kondisi ini. Tapi saya juga tau jika saya mengikuti kegalauan tanpa terus berusaha menyelesaikan maslah yang sedang dihadapi, that just make me fall.

Saya hanya menyesal, mengapa saya baru sadar saat ini. Banyak sekali perubahan dalam pola belajar yang biasa saya lakukan ketika saya masih belajar di pondok, dengan saya belajar di Teknik Sipil. Tak ada ghiroh semangat yang menggebu dalam jiwa saya saat belajar di Teknik, tak ada tujuan yang pasti mengapa saya harus mempelajari mata kuliah di Teknik Sipil seperti Kalkulus, Mekanika Struktur, Hidrolika, Fisika Dasar dan banyak lagi mata kuliah yang hampir semuanya I don't like it. Ini sangat menyiksa. Entah sampai kapan saya akan bertahan, entah sampai kapan saya akan berjuang?

Kesalahan awal memang ada pada saat saya memilih kuliah, this my wrong. Kenapa saya harus memilih Teknik jika memang tidak suka hitung-hitungan, that's why I look stupid. Karena pilihan ini bukanlah pilihan utama saya, ini hanya pilihan cadangan dan ternyata Tuhan menakdirkan saya untuk kuliah disini. Mungkin ada hikmah yang besar dibalik semua ini, itu baru mungkin.

Yang saya lakukan di kampus saat ini hanya berusaha masuk kelas dengan alasan absen harus penuh, dan berusaha memahami setiap angka yang dibeberkan dipapan tulis oleh dosen, jika memang sudah tidak menarik maka saya akan mengalihkan otak saya ke impian-impian yang saya genggam, entah itu menuliskannya didalam buku catatan atau bahkan menggambarkannya dalam bentuk khayalan. I don't care with another. Saya belum tau apakah dengan cara seperti ini saya bisa lulus kuliah, semoga syndrom mental down yang saya miliki saat ini cepat menghilang, dan berganti dengan syndrom manusia yang tak pernah menganggap tantangan adalah beban melainkan itu adalah sebuah kesempatan. Semoga.

"Berani berbuat harus berani bertanggung jawab!", begitu kata ibu saya. Mungkin jurus ini harus saya aplikasikan dimasalah ini.

Thursday, January 2, 2014

Gelisah tanda akan Naik Kelas!

Ada hal aneh akhir-akhir minggu ini dalam diri saya, entah kenapa rasanya berat banget buat saya nulis lagi di blog ini. Setiap kali saya udah buka dasbor dan cursor dilayar laptop udah mulai kedip-kedip pertanda dia siap untuk menghasilkan ratusan kata-kata yang akan saya ketik dari balik keyboard laptop saya, dan disitu juga niat saya yang tadinya udah mendesak dan menggebu-gebu ingin tersalurkan perlahan mulai mengedip-ngedip lesu. Aneh. Hal ini sangat menggangu sekali.

Banyak ide-ide yang semula bergelantungan di benak saya tergusur begitu saja oleh syndrom freak ini, saya mulai takut untuk menulis. "Hei lang? What's wrong with you?". Entahlah saya pikir akhir-akhir ini saya sering merasa tidak nyaman ketika hendak menulis, ada rasa takut, gusar, cape, bingung, bahkan malas untuk memproduksi kata-kata yang biasa saya hasilkan dengan suka cita. Saya takut kalo nanti tulisan yang saya buat terlihat jelek, tidak bagus, spam, dan tidak berguna. Ini penyakit yang biasa penulis temui. Katanya.

Kegelisahan-kegelisahan seperti ini yang membuat saya bingung. Sekali lagi saya bertanya pada diri saya "What's wrong with you lang? Ada apa dengan mu lang?". Bukankah selama ini kau punya mimpi yang sangat besar dalam dunia kepenulisan ini. Apa kabar mimpi-mimpimu itu? Sudahkah kau menjaganya dengan baik? Apakah kau mau berhenti cukup sampai disini kemudian gagal? Ataukah kau mau bangkit dan berjuang terus sampai titik energi penghabisan? Bukankah kau sendiri yang pernah bilang bahwa konsisten dalam menekuni suatu hal adalah satu langkah menuju kesuksesan. Jadi kenapa kau sendiri yang bingung dan gelisah dengan hal ini. Kau harus bisa melewatinya dengan mudah seharusnya. "Ya.. saya bisa!". Saya mencoba untuk meyakinkan diri.

Sekarang kita sudah masuk kedalam era tahun 2014, tahun yang penuh dengan harapan-harapan baru, mimpi-mimpi baru dan bahkan project-project baru. Seharusnya bisa lebih semangat dan lebih agresif lagi dalam mensiasati waktu dan dalam bertindak-tanduk. Karena tidak ada hal yang didapat tanpa hasil sebuah kerja keras dan kesungguhan. Semua hal yang kita inginkan tidak secara langsung bim salabim jadi apa prok..prok..prok! Terus terwujud! Hehehe. Pak Tarno pun harus berjuang dan bersungguh-sungguh sampai akhirnya bisa mengenalkan kepada masyarakat Indonesia tentang mantra prok.. prok.. prok-nya. Give applause buat Pak Tarno! Prok.. Prok.. Prok! :D

Nah.. mulai sekarang apa yang harus saya lakukan? Tentu saja saya harus tetap konsisten menulis dan menulis, gak peduli tulisan itu buruk atau bahkan basi! Almuhim nulis. Itu yang ada dalam benak saya saat ini. Dan itu juga kata salah satu motivator terkenal Sukses Mulia Jamil Azzaini. "Usahakan menulis minimal perhari satu lembar, dalam waktu sebulan kamu sudah mempunyai 30 tulisan! Tak usah pedulikan karya mu bagus atau buruk, seiring berjalnnya waktu tulisan kamu pun akan ikut menjadi baik!" Begitu ujarnya. "Oke oke kek siap Laksanakeun!" Berdiri tegak sembari hormat ala Bung Karno. Hehehe.

Udah hampir sebulan lanjutan dari tulisan Jogja Asian Festival Film #Part 1 terbengkalai begitu saja. Mungkin sekarang isinya sudah hampir pada lumutan semua. Mungkin juga saya sudah mulai dikutuki para pembaca saya yang sudah pada penasaran dengan lanjutan ceritanya seperti apa?. "Maafkan saya para Readers selama ini, saya telah menjadi penulis blog yang lalai, mulai saat ini saya akan berjuang lebih giat lagi untuk para Readers yang saya cintai!" Kemudian nyengir kuda. Cling. Hehehe. So harap tenang! Sekarang saya sudah mulai go on again ko!. Gak lama lagi tulisan "Jogja Asian Festival Film #Part 2" lahir dengan selamat. Semoga. Doakan yah! Hehehe.

Adakalanya gelisah dan perenungan memang dibutuhkan untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baik dari sebelumnya. Karena hidup kita tak selamanya ada diatas dan tak selamanya ada dibawah. Semuanya akan bergilir seiring dengan bergulirnya waktu. Tinggal bagaimana kita sebagai empunya agar bisa mensiasati hal-hal yang tidak kita inginkan dalam kehidupan kita, agar hidup kita selalu naik, naik dan naik. Gelisah merupakan tanda bahwa kau akan naik kelas!.

Bukankah Nabi pernah berpesan bahwa kita harus memiliki peningkatan setiap hari agar termasuk kedalam golongan orang yang beruntung. Jadi mengapa tidak kita berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas hidup kita setiap harinya, atau setiap bulannya atau bahkan setiap tahunnya.

Dari kejadian ini juga saya tersadar, ternyata benar! Segala sesuatu yang ada di dalam otak kita jangan hanya bisa dipikirkan, dan dipendam tapi harus bisa di-Action-kan! Agar yang didalam otak kita itu bisa menjadi hal yang bermanfaat. Karena sesuatu yang di-Action-kan (Bahasa apa ini) pasti akan menghasilkan hal yang baru dan pembelajaran yang baru. Baik ataupun buruk. Bukankah begitu? :)

Thursday, December 19, 2013

Melalui JAFF 2013, Kremov Tunjukkan Karya Mengangkat Banten!

Team Kremov Picture at Jogja Asian Festival Film
Yogyakarta - (JAFF 2013) Kremov Pictures mengutus 3 orang kru-nya untuk menghadiri event Jogja Asian Festival Film yang ke 8 (JAFF), acara bergengsi ini dimulai dari tanggal 2 sampai tanggal 7 Desember 2013 yang di hadiri oleh perwakilan komunitas film dari setiap daerah yang ada di Indonesia dan perwakilan Negara Se-Asia. Acara ini rutin diadakan setahun sekali. Kremov Pictures diberi kesempatan untuk mengisi salah satu rangkaian acara yang ada di JAFF (Jogja Asian Festival Film) dan mempersentasikan kegiatan yang telah Kremov lakukan di ranah Banten, serta sharing berbagi pengalaman dengan komunitas-komunitas lain yang ada di Jogja Asian Festival Film. Presentasi dari Kremov Pictures mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang sangat positif dari panitia serta kawan-kawan komunitas lain yang ada di acara ini.

Diskusi dengan Hanung Brahmantyo
"Kremov Pictures ini unik dan memiliki karakter tersendiri yang tidak dimilki oleh komunitas-komunitas lain, mereka mampu memproduksi dan mendistribusikan filmnya dengan sangat baik, yang sangat jarang dimilki oleh komunitas-komunitas yang ada di Indonesia khususnya". Tutur Yani sebagai panitia JAFF - Forum Komunitas.

Faktanya ternyata komunitas film di Indonesia rata-rata hanya ahli dalam memproduksi film dan bingung untuk mendistribusikannya, tapi tidak dengan Kremov, Kremov Pictures mampu mendistribusikan film melalui pemutaran-pemutaran film Roadshow di berbagai sekolah-sekolah yang ada di Banten serta bisa menayangkan film di 21 cilegon untuk masyarakat Banten, dan Kremov berhasil menjadi contoh untuk itu. Kremov Pictures juga mendapatkan space time atau waktu khusus untuk berdiskusi dengan sutradara ternama di Indonesia seperti Garin Nugroho, Hanung Brahmantyo, dan Ifa Isfansyah.

Diskusi dengan Garin Nugroho
"Forum Komunitas Film yang ada di Indonesia harus di support karena komunitas ini merupakan wajah-wajah asli dunia film yang ada di Indonesia". Ungkap Garin Nugroho sang Presiden JAFF dalam obrolan hangat bersama Kremov Pictures. Bukan hanya sutradara lokal yang terkenal, Kremov Pictures juga sempat berdiskusi dengan sutradara Film berjudul "Hanyut" dari Malaysia yang filmnya di putar pada pembukaan Jogja Asian Festival Film (JAFF). Kremov Pictures yang mengirimkan tiga orang perwakilan Banten untuk ke Jogja yakni Darwin Mahesa sebagai ketua Kremov Pictures, Gilang Romadhon sebagai Crew Film, dan Satriyo Nugroho sebagai Crew dan dokumentasi. Ketiga perwakilan Kremov ini mendapatkan fasilitas khusus yang telah disiapkan oleh panitia seperti penginapan di Hostel, serta transportasi untuk mengikuti beragam kegiatan yang telah di rangkai oleh panitia.

Diskusi dengan sutradara Film Hanyut
(U-Wei Bin Haji Saari) Malaysia
Selain itu team Kremov Pictures memilki agenda khusus tersendiri yang tidak dilakukan oleh komunitas-komunitas lainnya yaitu berkunjung ke tempat wisata dan budaya yang ada di daerah Jogja dan Jawa Tengah. "Menurut kami ini merupakan kesempatan bagus untuk berkunjung dan mengenal lebih dalam tempat wisata dan budaya yang ada di daerah Jogja dan Jawa tengah, serta mengambil pelajaran untuk bekal di Banten" Papar Darwin dengan gaya khasnya. "Ternyata budaya dan pariwisata di daerah Jogja itu masih sangat kuat dan melekat kental pada setiap pribuminya, mereka sangat menjunjung tinggi budaya yang mereka miliki, inilah yang seharusnya kita miliki juga sebagai warga Banten" ungkap Gilang Crew Kremov sebagai Assisten Ketua. Mereka ini sangat terkesan dengan pemandangan dan suasana khas kota Jogja dan Jawa tengah. Mereka juga punya harapan, Banten bisa seperti Jogja yang masih mampu mempertahankan adat istiadat dan budaya yang kental di setiap sudut kota. Sesuai dengan visi dan misi Kremov yaitu ingin memajukan Budaya dan Pariwisata. "Lain kali kalo ada kesempatan kami ingin balik lagi kesini bersama teman-teman Kremov lainnya, semoga saja". Ucap Satriyo dengan mendokumentasikan beragam budaya Jogja.(07/12-Gilang) Laporan ini bisa juga di baca di http://kremovpictures.blogspot.com
Candi Prambanan
Jalan Malioboro depan Benteng Vredeburg
   
Tugu Jogja
Musium Hamengkubuwono IX
(Kraton)

Tuesday, December 10, 2013

Jogja Asian Festival Film (JAFF) #Part 1

Masih terlihat jelas di benak saya langit sore Malioboro yang sangat indah, ditambah panorama lampu-lampu taman yang antik dan pejalan kaki yang lalu-lalang di pinggiran jalan. Langit sore ini semakin cantik ketika langit mulai menguning dibawah kontras dengan kemilau lampu jalan yang berjejer rapih dibahu jalan. Senja mulai tiba. "Akhirnya kita bertemu lagi Jogja..." Sambil tersenyum saya bergumam dalam hati.
Ka Darwin (kiri) dan Saya (kanan)
Sabtu, 30 November 2013 lalu saya berangkat ke Jogja bersama Ka Darwin dan Bang Satriyo mewakili "Kremov Pictures" untuk mengikuti acara "Jogja Asian Festifal Film" atau seringkali biasa disebut "JAFF". Senang rasanya, akhirnya saya bisa berangkat ke Jogja juga setelah mengalami kebimbangan dan berbagai halangan di kampus, kini semuanya sudah beres saya urus. Saya bisa berangkat ke Jogja dengan tenang. Pagi-pagi sekali saya sudah terbangun untuk bersiap-siap berangkat ke Jogja, kami memutuskan untuk berangkat ke Jogja dengan menggunakan Kereta. Selain harganya lebih murah, pengen ngerasain juga sih gimana rasanya naik Kereta. Hehehe
Ka Darwin dan Saya Sarapan sekaligus Makan Siang di Kereta
Terakhir kali saya naik Kereta yaitu ketika umur saya masih satu tahun. Ini juga sih yang menjadikan alasan saya kenapa memilih untuk naik Kereta. Ditambah sekarang kan lagi buming-bumingnya lagu dangdut kereta malam. Hehehe
Setelah masuk dan kereta berjalan, kami langsung kontan dan spontan menyanyikan lagu dangdut yang lagi Hits itu. "Jugijagijugijagijug... kereta berangkat, Jugijagijugijagijug... kereta berjalan, dari Jakarta ke Jogjakarta..." Sambil joget ala ibu-ibu, cuci-cuci jemur-jemur. Hahaha... tentu saja itu cuma guyonan.

Hampir lima belas jam kami diperjalanan, akhirnya Kereta kami pun berhenti di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Stasiun tujuan kami. "Jogja I'm coming..." Ucap saya dalam hati. Tidak tinggal diam kami langsung memesan tempat penginapan terdekat untuk beristirahat. Malam ini kami harus menginap di Penginapan dengan subsidi sendiri karena acara JAFF baru mulai pada esok hari.
Depan Penginapan Aji Guest House Jogja
Setibanya di Penginapan kami langsung bergegas pergi ke Malioboro untuk sekedar jalan-jalan dan mencari makanan, untungnya tempat penginapan kami tidak begitu jauh dari jalan Malioboro. Disini kami langsung memesan salah satu makanan yang katanya makanan khas Jogja yaitu Gudeg Jogja. Jogja ini bukan hanya terkenal dengan pasar Malioboronya tempat hunting segala macem oleh-oleh, pernak-pernik, batik, kaos-kaos, sampe bakpia, tapi Jogja juga terkenal dengan kulinernya yang laziizz! Disana kita bisa mendapatkan makanan seperti Gudeg, Nasi Kucing, Angkringan, Oseng-oseng Mercon, Lesehan, sampe Kopi Jos. Mereka inilah yang menambahkan suasana Jogja menjadi semakin istimewa.
Makan Gudeg ayam di Lesehan pinggir jalan Malioboro
Saya dan Ka Darwin di pinggir Jalan Malioboro
Malam telah larut kami memutuskan untuk kembali ke penginapan untuk beristirahat dan menunggu hari esok.

Senin, 2 November 2013. Kami berpindah tempat ke EDU Hostel, disinilah kami para Komunitas Film se-Indonesia dikumpulkan. Disini kami bisa saling sharing, berbagi pengalaman, dan mengenal banyak teman dari berbagai daerah. Saya merasa sangat beruntung bisa mengikuti acara festival ini. Saya jadi ingat dulu ketika saya masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Saya pernah mengikuti Jambore Pramuka se-Asean. Gak nyangka kejadian yang hampir serupa dengan itu akan terulang lagi pada saya. Disinilah saya baru sadar, bahwa memilki mimpi, visi, tujuan, itu bukan hanya sekedar dimilki, tapi kita harus merealisasikan mimpi itu. Dengan cara seperti apa?
Saya punya tips cara menggapai mimpi dengan cepat. Pertama bayangkan, khayalkan, mimpikan, mimpi apa yang ingin kita wujudkan. Raba mimpi itu dalam khayalan kita, rasakan dan resapi mimpi itu dengan halus dan perlahan sampai masuk kedalam jiwa kita, ulangi secara terus menerus. Bisa dilakukan sebelum tidur dimalam hari. Karena dalam keadaan sebelum tidur inilah otak kita sedang dalam posisi alfa. Kedua, tulis mimpi-mimpi kita dalam bentuk apapun. Bisa tulis dikertas (buku diary), menulis di blog, menulis di handphone, atau menulis dimana saja sesuka hati kita. Usahakan tulisan yang kita tulis kalimatnya jelas, apa mimpi yang ingin kita capai? Kapan mimpi itu akan terealisasikan? Dengan cara apa kita melakukannya? Usakan pula ketika menulis setiap kata dibarengi dengan hati dan diresapi sampai masuk ke jiwa kita. Ketiga, cari apa manfaat mimpi kita untuk orang lain. Karena itulah yang menjadi salah satu tujuan mimpi kita harus bermanfaat bagi umat. Jika ingin mengalami percepatan. Keempat, beri tahu teman dekat kita tentang mimpi-mimpi kita yang ingin kita capai. Jangan malu dan jangan merasa takut sombong. Percaya diri saja, karena ketika kita memberi tahu teman kita tentang mimpi-mimpi kita, secara tidak langsung akan ada do'a didalamnya untuk kita. Jika ditertawakan? Berarti itu efek yang baik! Pertanda bahwa kita memilki mimpi yang besar, orang yang memiliki mimpi yang besar, dia pasti percaya bahwa Tuhanya memang benar Maha Besar, begitu pula sebaliknya.Terlebih utama kita harus memberi tahu Orangtua kita dan minta do'a-nya, do'a orangtua itu sangatlah melangit dan diijabah sama Tuhan. Kelima, perhatikan amal yang kita lakukan setiap harinya, sholatnya, sedekahnya, usahanya, harus terjaga. Karena inilah yang akan mengantarkan kita untuk terealisasinya mimpi yang kita miliki. Keenam, sabar. Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan secara tiba-tiba dan dengan cara yang tidak disangka-sangka. Itulah 6 Tips Merangkul Mimpi ala Gilang Romadhon. Hehehe
Dan saya telah membuktikannya.
Saya dan Ka Darwin di Pinggiran Jalan dekat Monumen 1 Maret Jogja
Lanjut ke cerita yang tadi terputus oleh iklan, saya dan teman-teman Kremov dipercaya untuk persentasi tentang Komunitas Film yang kami dirikan pada hari Jum'at pagi di Taman Budaya Yogyakarta. Jadi kami agak nyantai dan relaks walau sedikit gugup. Kami akhirnya memutuskan diantara hari-hari sebelumnya untuk berkunjung dan melihat-lihat lebih dekat budaya dan adat yang ada di Daerah Istemewa Jogja ini. Sengaja kami list satu-persatu tempat mana sajakah yang ingin kami kunjungi. Kami berencana untuk berkunjung ke Keraton, Tugu Jogja, Candi Prambanan, Benteng Vredeburg, Malioboro, Monumen 1 Maret Yogyakarta, dan masih banyak lagi. Dari semua yang telah kami list, hampir semuanya kami bisa kunjungi. Itulah kekuatan mencatat dan meresapi keinginan Hehehe
Saya, Ka Darwin dan Film Ki Wasyid di depan Taman Budaya Yogyakarta
Disamping itu semua kami jika memilki agenda nonton bareng di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) atau di Empire XXI Yogyakarta setiap harinya. Kami bisa meonton film-film terkenal dari negara-negara lain se-Asia. Ada film dari India, Jepang, Korea, Iran, Singapore, Malaysia, dan negara lainnya. Ada satu Film yang sangat amat ingin kami tonton yaitu "Film Soekarno". Film yang disutradarai oleh Hanung Brahmantyo ini akan diputar perdana di JAFF. Tentu saja sebuah kehormatan besar bagi kami jika kami boleh menonton film ini. "Kalian boleh menonton semua film yang ada di jadwal agenda JAFF...". Jelas Mas Fauzi selaku panitia dalam bidang Komunitas. "Berarti boleh nonton Film Soekarno dong mas?". Dengan mata berbinar saya bertanya pada Mas Fauzi. "Kalo yang itu nanti saya kabari lagi hehehe.. boleh atau tidaknya tergantung nanti mas!". Dengan logat Jembernya yang sangat kental Mas Fauzi menjelaskan. "Yaah...!" Serentak kami pun lemas mendengar penjelasan itu. Tapi kami tetap mencatat dan memasukan "Film Soekarno" ke dalam list agenda kami.
Bang Satriyo, Dika (Binus),
Tetsuaki Matsue (Sutradara Film Flashback Memories 3D Jepang) dan Ka Darwin Mahesa
Kami yakin. Bayangkan dulu, catat dan berdo'a pasti jika Tuhan mengijinkan semua keinginan kita akan terkabul. Tuhan kan Maha Mendengar, Maha Pengasih pula. Bersambung...